Sebuah atom yang menginspirasi
Atom dan nuklir
Atom dan nuklir. Ketika mendengar nama ini, sebagian besar orang langsung berpikir ke bom atom atau bom nuklir. Karena memang istilah atom lebih familiar di berbagai media massa sebagai bom atom. Bahkan sebagian orang trauma mendengar istilah ini. Hal ini disebabkan oleh serangkaian peristiwa dalam sejarah yang menyebabkan ribuan orang terpapar radiasi akibat bencana atom dan nuklir baik yang disebabkan oleh ledakan bom maupun akibat kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Namun, atom dan nuklir sebenarnya berada di sekeliling kita karena atom merupakan penyusun terkecil dari sebuah materi. Meja, kursi, lantai, dinding, dan seluruh isi rumah terdiri atas materi yang tersusun oleh atom. Komputer, flashdisk, dan semua peralatan elektronik juga tersusun atas atom. Semua benda yang ada di bumi dan alam semesta termasuk air, tanah, udara, dan planet-planet semuanya tersusun atas atom. Oleh karena itu, kita tidak perlu khawatir dan takut dengan istilah atom. Sedangkan nuklir adalah bagian dari atom atau biasa disebut dengan inti atom. Tulisan ini akan mendeskripsikan tentang atom dan komponen yang membangun atom khususnya tentang tingkatan energi yang ada di dalam atom. Melalui penjelasan itu, kita akan mengambil banyak pelajaran untuk menumbuhkan rasa optimis dan semangat dalam kehidupan kita. Karena pada prinsipnya semua materi yang hidup dan mati tersusun oleh atom.
Atom dan strukturnya
Sebelum lebih jauh mengambil hikmah dari sebuah atom, kita akan mengenal lebih dekat tentang atom dan komponen-komponen penyusun atom. Batu besar yang ditumbuk akan menghasilkan kerikil-kerikil. Kerikil yang ditumbuk akan menjadi partikel-partikel yang kecil. Jika ditumbuk lagi akan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Jika terus ditumbuk akan menjadi partikel-partikel yang sangat kecil dan akhirnya menjadi partikel yang lebih kecil lagi seperti debu dengan ukuran diameter kira-kira 1 mikrometer (1 mikro = 0.000001 m). Partikel yang paling kecil tersebut jika diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 1 milyar kali (1.000.000.000 kali), maka akan nampak titik-titik kecil yang saling berikatan menyusun partikel debu. Titik-titik tersebut dinamakan dengan atom dan ikatan-ikatan antar atom disebut dengan molekul. Ilustrasi dari atom dan molekul penyusun materi sebagaimana di bawah ini,

Atom merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani “Atomos” yang berarti sesuatu yang tidak dapat dibagi lagi. Maksud dari “tidak dapat dibagi” lagi adalah partikel terkecil tersebut masih mempunyai sifat-sifat kimiawi yang sama dengan partikel-partikel besarnya. Misalnya, oksigen dengan massa 1 ton, 100 kg, 1 kg, 1 g, 1 mg, dan massa terkecil 1 μg (berukuran 1 titik debu) mempunyai sifat-sifat kimiawi yang sama sebagai oksigen, walaupun mempunyai perbedaan massa. Jadi 1 titik debu tersebut masih mempunyai sifat-sifat kimiawi yang sama dengan oksigen dengan massa 1 ton. Satu contoh lagi, 100 komputer yang dilengkapi dengan hardware (perangkat keras seperti monitor, dan CPU) dan software (perangkat lunak seperti microsoft windows atau mac) mempunyai sifat-sifat yang sama dengan 10 komputer atau 1 komputer yang dilengkapi dengan hardware dan software yang sama. Namun apabila 1 komputer tersebut dibongkar bagian hardware nya (baterai, hardisk, kabel-kabel, memory, dan perangkat-perangkat dalam lainnya), maka baterai, hardisk, kabel-kabel, dan memory tersebut sudah tidak mempunyai sifat yang sama dengan dengan komputer.
Contoh-contoh di atas akan digunakan untuk memahami struktur komponen penyusun atom. Meskipun atom merupakan partikel yang tidak dapat dipecah lagi, atom masih tersusun atas partikel-partikel kecil yang disebut dengan elektron, proton dan neutron. Namun dekimikian, partikel-partikel tersebut mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan atom itu sendiri. Inilah yang dimaksud dengan atom merupakan partikel terkecil penyusun materi. Ilustrasi partikel penyusun atom adalah sebagamana di bawah ini,
Gambar 2 memperlihatkan partikel penyusun atom yaitu, elektron, proton, dan neutron. Proton dan neutron terletak di pusat atom dan lebih umum disebut dengan inti atom. Sedangkan elektron terletak pada bagian luar atom yang mengelilingi inti atom. Partikel elektron, proton dan neutron mempunyai sifat yang berbeda satu sama lain. Elektron merupakan partikel yang sangat kecil dan bermuatan negatif dengan ukuran massa 9.10938188 × 10-31 kg. Sedangkan proton mempunyai massa yang lebih besar dengan ukuran 1.67262158 × 10-27 kg dan mempunyai muatan yang berlawanan dengan elektron, yaitu bermuatan positif. Yang ketiga adalah neutron, merupakan partikel yang mirip dengan proton untuk ukuran massa nya. Namun, neutron tidak bermuatan sebagaimana elektron dan proton.
Energi level
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa atom terdiri atas partikel elektron, proton dan neutron. Energi level dari atom dibangun oleh energi potensial elektron dan juga gaya-gaya yang melibatkan orbital dan momentum anguler. Ilustrasi dari model energi level sebagaimana di bawah ini.
Garis-garis E1, E2, E3, dst menunjukkan tingkatan energi yang semakin naik. Setiap atom mempunyai energy level yang berbeda-beda. Atom hidrogen mempunyai energi level yang berbeda dengan atom oksigen, nitrogen, ataupun atom-atom lainnya. Jadi energi level ini merupakan representasi dari atom tersebut. Dengan mengetahui energi level atom, kita akan mengetahui jenis atom di dalam sebuat materi. Misalnya, di kursi yang sedang kita duduki saat ini, kita bisa mengetahui kandungan atomnya jika kita mengetahui level energy-level energi dari atom di dalamnya.
Di dalam energi level di atas, pada kondisi biasa ruangan (suhu 27 derajat), partikel elektron selalu berada di tingkatan yang paling rendah/tingkatan dasar yang biasa disebut dengan ground state. Elektron-elektron yang ada di tingkatan dasar tersebut akan akan naik ke tingkatan 2 atau 3 atau 4, jika sebuah energi (misalnya energi panas dengan suhu lebih dari 2000 derajat celcius) diberikan ke sebuat atom. Energi yang sudah naik ke tingkatan yang lebih tinggi, hanya akan tinggal dalam beberapa mikro detik kemudian akan segera turun kembali ke tingkatan dasar dengan memancarkan foton atau cahaya yang dihasilkan dari atom. Setiap atom akan memancarkan cahaya yang berbeda warna karena setiap atom mempunyai tingkatan energi yang berbeda-beda. Misalnya, garam (NaCl) yang dipanasi dengan lilin akan menghasilkan cahaya kuning yang sangat terang karena atom natrium (Na) akan memberikan warna kuning jika elektron di dalamnya kembali dari tingkatan energy yang lebih tinggi ke tingkatan energi dasar. Begitu juga dengan air (H2O) akan menghasilkan cahaya merah jika dipanasi oleh panas dengan suhu sekitar 6000 derajat celcius karena atom hydrogen (H) akan menghasilkan warna merah. Sedangkan benda yang mengandung atom cupper (Cu) akan menghasilkan warna hijau jika dipanasi dengan dengan suhu sekitar 6000 derajat celcius. Jadi energy level atom tersebut merupakan salah satu dari karakteristik-karakteristik atom yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi jenis atom dalam sebuah benda.
Perlu disampaikan juga bahwa semakin banyak elektron yang naik dari tingkatan dasar ke tingkatan yang lebih tinggi, maka akan semakin besar dan kuat cahaya yang dipancarkan oleh atom ketika kembali dari tingkatan energi tinggi ke tingakatan energi dasar.
Fenomena energi level dalam atom ini memberikan banyak pelajaran yang bisa digunakan dalam menapaki kehidupan. Beberapa pelajaran yang bisa diambil diantaranya adalah,
1. Setiap individu mempunyai karakteristik dan sifat yang khusus dan unik
Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa setiap atom mempunyai energi level yang berbeda antar satu dengan yang lainnya dan tidak ada satu atom pun yang sama persis energi levelnya. Fenomena ini mengingatkan kepada kita bahwa tidak manusia yang mempunyai sama persis karakter dan sifat antar satu dengan yang lainnya. Setiap manusia yang dilahirkan memang akan mewarisi sebagian karakter dari orang tuanya. Namun, sifat tersebut tidak ada yang sama persis dengan para pendahulunya. Begitu juga dengan anak kembar yang lahir, mereka tidak akan mempunyai sifat dan karakter yang sama persis secara keseluruhan. Tidak hanya sifat-sifat hereditas saja yang terkadang mempunyai perbedaan, bakat dan juga kecapakan juga terkadang sangat berbeda walaupun masih dalam satu keluarga. Oleh karena itu, dengan memahami kondisi seperti ini, sudah sepatutnya bagi setiap orang tua ataupun para pendidik serta orang-orang yang terlibat dalam memahami karakter manusia, untuk tidak menyamakan dalam memberikan treatment atau solusi antar satu dengan yang lainnya. Karena terkadang masih sering dijumpai para orang tua yang memaksakan keinginan kepada anaknya dalam hal cita-cita atau angan-angan ke depannya agar sesuai dengan permintaan orang tuanya.
Selain memberikan pelajaran dalam perbedaan karakter atau sifat manusia, fenomena energi level atom ini juga memberitahukan kepada kita bahwa setiap manusia mempunyai sifat-sifat yang unik yang bisa menjadikannya sukses apabila benar-benar mampu memahami dan mengenali potensi yang dimilikinya. Sebagaimana dalam fenomena energi level di atas, setiap atom mempunyai energi tingkatan yang berbeda antar satu dengan yang lain. Begitu pula manusia juga mempunyai kemampuan yang sangat berbeda dan unik antar satu dengan yang lain. Jika kemampuan dan potensi itu mampu dikenali sejak dini, maka kemungkinan seseorang untuk sukses dalam berkarya akan semakin besar. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya bagi kita untuk memulai memahami potensi, bakat dan kemampuan yang kita miliki untuk bisa berkarya yang lebih optimal dan maksimal. Setelah itu, kita mencoba untuk memahami karakter setiap manusia agar bisa menjalin komunikasi dan persahabatan dengan baik tanpa merendahkan potensi dan kemampuan seseorang.
2. Tingkatan-tingkatan kualitas dalam kehidupan
Fenomena energi level dalam atom juga memberikan pengetahuan kepada kita bahwa dalam kehidupan ini sebenarnya banyak terdapat tingkatan-tingkatan yang didasarkan pada kualitas seseorang. Sejak kecil bangku pendidikan kita sudah mengenalkan kepada kita tingkatan-tingkatan kelas. Kualitas pelajaran yang diterima di bangku kelas 1 dan 2 sampai 6 di sekolah dasar memiliki tingkatan kualitas yang berbeda. Begitu juga kualitas pelajaran untuk sekolah dasar dan sekolah menengah juga berbeda. Di ranah pekerjaan juga terlihat jelas perbedaan tingkatan-tingkatan kualitas pekerjaan yang disertai dengan perbedaan tingkat gaji. Oleh karena itu, fenomena energi level dalam atom tersebut sebenarnya merupakan hal yang bersifat alamiah dalam kehidupan kita.
3. Kesuksesan bisa diperoleh dengan usaha yang besar.
Dijelaskan dalam energi level atom bahwa semakin ke atas, maka tingkatan energi juga akan semakin besar. Tingkatan energi level atom ini bisa diibaratkan seperti gedung bertingkat yang terdiri atas beberapa lantai. Semakin tinggi lantai sebuah gedung, maka energi yang dibutuhkan akan semakin besar karena ketinggian gedung ini dipengaruhi oleh energi potensial atau energi yang disebabkan oleh ketinggian. Oleh karena itu, jika kita ingin naik ke lantai yang lebih tinggi, maka dibutuhkan energi yang lebih besar. Makanya, kita akan semakin capek dengan mengeluarkan banyak tenaga apabila kita naik ke lantai yang lebih tinggi dengan menggunakan tangga. Ketika kita naik ke lantai yang lebih atas dengan menggunakan tangga, maka energi atau usaha yang kita butuhkan semakin besar. Energi level atom ini bisa menjadi pelajaran bagi kita ketika ingin sukses dalam kehidupan ini. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, semakin tinggi kualitas seseorang, maka akan semakin besar energi yang harus dikeluarkan untuk meraihnya. Begitu juga dengan kesuksesan baik kesuksesan dalam karir maupun kesuksesan dalam hidup, ini sangat berkaitan dengan erat dengan kualitas seseorang yang semakin baik. Untuk menjadi tenaga ahli di sebuah perusahaan atau institusi permerintah, seseorang harus mengeluarkan tenaga, pikiran, dan financial dengan menapaki semua jenjang pendidikan yang sebidang dan mengeluarkan semua ketrampilan yang sesuai dengan bidang professional yang akan dikejar. Untuk menjadi seorang pendidik yang ahli, maka tenaga, pikiran, dan hal-hal yang menunjang harus dikeluarkan secara maksimal demi merealisasikannya. Oleh karena itu, kesuksesan tanpa ada sebuah energi atau tenaga adalah hal yang mustahil karena secara alamiah kesusksesan membutuhkan pengorbanan energi sebagaimana diperlihatkan dalam tingkatan energi atom.
4. Ketika sudah berada dipuncak tidak melupakan di bawah dan banyak memberikan kontribusi.
Atom mempunyai karakteristik yang sangat menarik. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, ketika atom diberi cukup energi, maka elektron yang ada di dalam atom akan naik dari tingkatan dasar ke tingkatan di atasnya. Elektron hanya tinggal beberapa mikro detik (0.000001 detik) di tingkatan energi atas untuk kemudian turun kembali ke tingkatan energi dasar dengan memancarkan foton atau cahaya dengan energi pancar yang sama dengan jarak antara energi tingkatan dasar dengan energi tingkatan atasnya. Fenomena ini mengajarkan kepada kita bahwa secara alamiah, ketika seseorang sudah mencapai puncak kesuksesan yakni berada di tingkatan atas, maka sudah sepatutnya tidak terlena dengan nikmat sukses yang dialaminya. Namun, seseorang sudah sepatutnya memperhatikan golongan yang ada di bawahnya dengan memberikan banyak kontribusi yang bermanfaat kepada bawahnya. Hal ini selaras dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang saling membantu jika saudara kita mengalami berbagai persoalan.
5. Kebersamaan akan membawa efek yang lebih besar dalam kemanfaatan dan kebaikan.
Di dalam atom, elektron akan terpopulasi (bersama-bersama menempati) di energi level atom tingkatan dasar. Apabila diberi energi tertentu, maka elektron bersama-sama akan naik ke tingkatan energi di atasnya dan kemudian turun kembali dengan memancarkan energi yang sebanding dengan banyaknya elektron yang turun ke tingkatan energi dasar. Jadi semakin banyak elektron yang naik ke tingkatan energi yang lebih tinggi, maka akan semakin kuat cahaya yang dipancarkan oleh atom. Fenomena ini menyampaikan informasi kepada kita bahwa kebersamaan akan membuahkan hasil dan kemanfaatan yang lebih besar.
Inilah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari fenomena ilmiah dalam atom. Masih banyak pelajaran yang bisa diambil dari fenomena-fenomena dalam sains yang bisa kita gunakan dalam kehidupan.




