Sesuatu yang telah diberikan, kita pikir itu MILIK kita sesuatu yang telah didapatkah, kita pikir itu MILIK kita sesuatu yang diperoleh, kita pikir itu adalah MILIK kita semua MILIK kita, PUNYA kita dan menjadi HAK kita

Tanpa kita sadari begitu kita terpisah darinya begitu sakit rasanya… begitu dalam penderitaannya… begitu besar kehilangannya begitu dalam jurang kesedihannya….

Ia datang tanpa diundang…

Ia pun pergi tanpa berbekas…

Ia yang datang dan pergi semua bukan milik kita dan tidak perlu kita menderita karena melekatinya

 

Selagi bersama, bahagialah

Selagi memiliki, hargailah

Selagi ada, rasakanlah

Sewaktu berpisah, kenanglah

Sewaktu pergi, relakanlah

Sewaktu kehilangan, lepaskanlah.

Saat jodoh telah berakhir, relakanlah, lepaskanlah…

Setiap orang terlahir di dunia ini dengan tangan kosong.

Ketika perannya berakhir,

Sampai di sanalah skenario kehidupannya.

Semoga bermanfaat Tips dan Trik diatas sebagai salah satu syarat, ciri-ciri Ikhlas, Ketulusan, petunjuk perbuatan tanpa pamrih, kekusyu’kan ibadah yg sebenarnya, serta menjadi tolak ukur parameter berserah diri.

Meneropong Atom Dalam Material Dengan Menggunakan Laser Spektroskopi

 

1. Problematika

Setiap hari kita mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Namun, selama ini kita tidak mengetahui apakah beras yang dikonsumsi mengandung unsur logam berat seperti cadmium (Cd) atau chrome (Cr) dikarenakan adanya polusi tanah atau polusi air oleh logam berat. Perlu diketahui, jika kita mengkonsumsi beras yang mengandung Cd melebihi batas normal, tubuh kita akan terkena penyakit ginjal dan penyakit-penyakit organ tubuh lainnya. Menurut The Joint Food and Agriculture Organization/World Health Organization Expert Committee on Food Additives (JECFA), ambang batas kandungan Cd yang diperkenankan untuk dikonsumsi tubuh manusia setiap sepekan tidak boleh melebihi 7μg/kg.

Pada tahun 2004, Indonesia dikagetkan dengan dugaan munculnya penyakit minamata yang diderita sebagian warga desa Buyat Minahasa Sulawesi Utara. Penyakit ini disebabkan oleh pencemaran air oleh logam berat merkuri (Hg) yang dihasilkan dari penambangan emas. Kadar merkuri dalam darah yang melebihi batas normal, 8 mikrogram perliter, dapat menimbulkan efek membahayakan bagi kesehatan manusia terutama gangguan sistem syaraf, iritasi kulit dan disfungsi ginjal. Mungkinkah di sekitar kita juga tercemari oleh logam-logam berat seperti di atas? Bagaimana caranya mengetahui kandungan unsur dalam material seperti beras, air, dan material-material lainnya? Salah satu ilmu yang dapat digunakan untuk meneropong unsur dalam material adalah ilmu spektroskopi. Ayo kita belajar bersama ilmu ini.

2. Semua benda di alam semesta tersusun oleh atom

Sebelum kita belajar spektroskopi atom, kita akan sedikit mengulas pengetahuan tentang atom. Atom merupakan penyusun terkecil dari materi. Batu besar yang ditumbuk akan menghasilkan kerikil-kerikil. Kerikil yang ditumbuk akan menjadi partikel-partikel yang kecil. Jika ditumbuk lagi akan menjadi partikel-partikel yang lebih lembut. Jika terus ditumbuk akan menjadi partikel-partikel yang sangat kecil dan akhirnya menjadi partikel yang lebih kecil lagi dan tidak bisa dipecah lagi yang disebut dengan atom. Atom terdiri atas proton dan neutron yang ada di inti atom dan elektron yang mengelilingi inti atom. Ilmuwan Denmark, Niels Bohr, menawarkan dua aturan baru tentang elektron di dalam atom, yaitu a) elektron bisa mengorbit hanya pada jarak tertentu dari inti atom, dan b) atom memancarkan energi jika turun dari orbit energi yang lebih tinggi ke orbit energi yang lebih rendah. Atom mempunyai tingkatan-tingkatan energi yang berbeda antara atom satu dengan yang lain. Misalnya, atom hidrogen (H) mempunyai tingkatan energi yang berbeda dengan karbon (C). Ilustrasi dari tingkat energi atom H ditunjukkan di gambar 1 (sebelah kiri). N=1 biasa disebut dengan level energi dasar (ground state) dan N=2, N=3, dst disebut dengan level energi eksitasi (excited state). Elektron akan berkumpul di ground state jika tidak ada gangguan dari luar. Jika atom H diberikan energi tertentu dari luar, maka elektron dari N=2 akan naik (tereksitasi) ke level N=3 dan akan turun kembali ke level N=2 dengan memancarkan energi yang mempunyai panjang gelombang 656 nm. Apabila energi dari luar tersebut cukup besar, maka ada kemungkinan akan naik ke tingkat energi yang lebih tinggi misalnya ke N=2, N=3 dst dan kemudian akan kembali lagi ke level energi N=2 dengan memancarkan energi yang mempunyai panjang gelombang sebagaimana di gambar 1.

3. Spektroskopi emisi atom

Spektroskopi merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang spektrum yang dihasilkan oleh sebuah materi. Ilmu ini telah berkembang sejak abad ke-17. Cahaya putih (polikromatik) yang terdispersi menjadi spektrum warna (monokromatik) ketika dilewatkan sebuah prisma menjadi dasar dari cikal bakal lahirnya ilmu spektroskopi. Untuk menguji kebenaran bahwa cahaya putih benar-benar terdispersi, silahkan melakukan percobaan dengan menggunakan prisma. Kalau tidak mempunyai prisma bagaimana? karena harga prisma quartz saat ini cukup mahal. Jangan khawatir, kita coba menggunakan akuarium plastik yang bening dan berbentuk kotak. Akuarium tersebut diisi air sampai 1/2 bagian atau penuh. Salah satu sudut akuarium bisa berfungsi sebagai prisma. Coba lihat gambar 2 di bawah ini.

Sekarang kita akan mempelajari spektroskopi emisi atom. Spektroskopi emisi atom merupakan spektroskopi yang didasarkan pada cahaya yang dipancarkan ketika elektron turun dari level energi tinggi ke energi yang lebih rendah. Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa jika ada energi dari luar yang mengganggu atom, misalnya energi termal dari flame, arc atau spark yang dihasilkan tegangan tinggi, dan laser pulsa berdaya tinggi, maka elektron dalam atom akan naik dari ground state ke level energi eksitasi dikarenakan absorbsi dari energi yang mengganggu. Elektron kemudian turun kembali ke level ground state dengan memancarkan cahaya atau ilmuwan menyebutnya dengan foton. Nah, cahaya yang dipancarkan oleh atom tersebut mempunyai karakteristik khusus sesuai dengan atomnya. Misalnya, atom hidrogen (H) akan menghasilkan panjang gelombang 656, 486, 434 nm dll sebagaimana di perlihatkan di gambar 1.

4.    Spektroskopi emisi atom dengan menggunakan laser daya tinggi

Sekarang kita sudah memahami prinsip kerja dari spektroskopi emisi atom. Sebagaimana disebutkan dibagian 3, elektron bisa naik ke level energi yang lebih tinggi dan kemudian menghasilkan foton jika kita memberi energi dari luar. Salah satu energi yang bisa digunakan untuk mengeksitasi atom adalah dengan menembakkan laser pulsa berdaya tinggi (energi ~ 20 mJ) ke permukaan material sebagaimana diperlihatkan di gambar 3.

Jika sebuah laser pulsa (CO2 laser) ditembakkan ke permukaan sebuah material, maka permukaan material akan terablasi dan atom serta molekul keluar dengan menghasilkan sebuah cahaya plasma sebagaimana diperlihatkan di gambar 3. Cahaya plasma tersebut mempunyai temperatur yang sangat tinggi sekitar 10,000 K. Karena temperatur yang tinggi, atom yang ada di dalam plasma tersebut tereksitasi. Dengan menggunakan fiber optik (digunakan untuk mengirimkan cahaya ke spektrometer) dan spektrometer (digunakan untuk mendispersi cahaya seperti cara kerja prisma) akan diperoleh spektrum hubungan panjang gelombang dan intensitas sebagaimana di gambar 3. Panjang gelombang ini merupakan atom-atom yang teridentifikasi dari material yang ditembak. Dengan menggunakan teknik ini kita bisa mengetahui atom yang terkandung dalam material dalam waktu yang sangat cepat kurang dari 1 menit. Dengan karakteristik khusus yang dimiliki oleh atom, yaitu setiap atom mempunyai panjang gelombang yang berbeda satu sama lain, kita akan bisa mengetahui kandungan semua atom dalam semua material baik itu gas, padat, serbuk, dan cair.


Jabir ibn Hayyan

Beliau mempunyai nama lengkap Abu Musa Jabir ibn Hayyan. Di daratan Eropa dan barat, beliau lebih dikenal dengan nama Geber. Jabir ibn Hayyan dilahirkan di Tus, Iran pada tahun 721 M dan meninggal di Kufah, Iraq tahun 815 M. Beberapa guru yang telah mendidik beliau diantaranya adalah Imam Ja`far Sadiq dan Khalifah Khalid ibn Yazid Bani Umayyah. Beliau masyhur dalam sejarah Islam dan barat sebagai ”bapak kimia” dan ahli praktik medis dan ilmu kedokteran.

Peran terbesar Jabir ibn Hayyan di bidang kimia adalah dengan memperkenalkan sebuah metode baru ”pendekatan ekperimen” dan laboratorium sebagai tempat eksperimen. Melalui metode ini, beliau telah mengubah ”ilmu kimia klasik” menjadi ilmu kimia modern. Terkait dengan peran penting eksperimen, ibn Hayyan berkata ”hal pertama yang paling penting dalam kimia adalah anda harus melakukan kerja praktik dan eksperimen. Seorang ilmuwan yang tidak melakukan kerja praktik atau eksperimen, maka dia tidak akan pernah mencapai puncak profesionalitas dalam bidangnya. Wahai anakku, lakukan eksperimen sehingga kamu akan menyerap dan menguasai ilmu pengetahuan secara sempurna. Seorang ilmuwan mencapai titik kesenangan dan kepuasan bukan karena melimpahnya kekayaan yang dimiliki, namun ilmuwan mencapai puncak kebahagiaannya karena cerdas dalam metode eksperimennya.”

Jabir ibn Hayyan telah mencurahkan usahanya untuk mengembangkan metode-metode dasar dalam ilmu kimia dan mempelajari berbagai mekanisme reaksi kimia. Dengan usahanya tersebut, beliau telah memberi sumbangan besar terhadap evolusi ilmu kimia menjadi ilmu kimia modern. Jabir juga menekankan bahwa kuantitas berbagai jenis bahan tertentu terlibat dalam suatu reaksi kimia. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa beliau telah membuka jalan dalam meletakkan dasar hukum konstanta keseimbangan.

Beberapa prestasi besar di bidang kimia yang dilahirkan oleh Jabir ibn Hayyan adalah penemuan mineral dan berbagai senyawa-senyawa asam. Selain itu, beliau juga telah mengembangkan aplikasi proses kimia, yang kemudian menjadi pionir di bidang aplikasi sains. Hasil pengembangan aplikasi proses kimia diantaranya adalah preparasi beberapa metal, pengembangan baja, penggunaan manganese dioksida dalam pembuatan gelas, pencegahan karat, penulisan karakter di logam emas, identifikasi paints, grease dan lain-lain. Selain itu, beliau juga mengembangkan aqua regia untuk melarutkan emas. Kontribusi lain yang dihasilkan beliau diantaranya adalah dengan memberikan sumbangan teknik-teknik saintifik seperti kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan, dan pengembangan beberapa instrumen dan peralatan eksperimen yang berkaitan dengan berbagai teknik tersebut. Jabir ibn Hayyan telah menyumbangkan penemuan dan pengembangan beberapa instrumentasi laboratorium yang masih digunakan sampai hari ini seperti gelas alembic yang digunakan untuk proses distilasi menjadi lebih mudah, aman dan efisien. Melalui distilasi dari berbagai garam dengan asam sulfur, beliau telah menemukan asam hidroklorik dan asam nitrat. Beliau juga telah sukses membuat skala yang mempunyai ketelitian sangat tinggi sekitar 1/6480 kilogram.

 

Gambar 2. Serangkaian kinerja Jabir ibn Hayyan tentang woodcuts of chemical dan perangkat penyulingan, (a)Sublimasi di Athanor, (b) Fiksasi dan sublimasi, (c) Descension furnace, (d) distilasi, (e) kalsinasi, (f) tempat air (water bath), (g) penampungan, dan (h) fiksasi dan sublimasi (sumber: http://www.alchemywebsite.com/bookshop/prints_series_geber.html)

 

Berdasarkan pada sifat-sifatnya, beliau mengkategorikan material menjadi 3 bagian. Yakni, material yang menguap oleh panas seperti arsen dan ammonia chlorida. Kedua, material bahan metal seperti emas, perak, lead (Pb), tembaga dan besi. Dan yang ketiga adalah compound (senyawa) yang bisa diubah ke serbuk. Beliau kemudian menklasifikasi semua material tersebut menjadi tiga jenis yaitu metal, non-metal dan bahan yang mudah menguap (volatile substance).

Jabir telah menulis lebih dari 100 risalah yang terdiri atas berbagai bidang ilmu pengetahuan yang 22 diantaranya adalah tentang ilmu Kimia (Alkemi). Beberapa karya beliau di bidang kimia diantaranya Kitab al Kimya dan Kitab al-Sabeen yang banyak diterjemahkan ke bahasa latin dan bahasa eropa lainnya. Kitab Alkhawwas al-kabir (the great book of chemical properties) yang berisi tentang karakteristik kimia), Kitab Almawazin yang berisi tentang berat dan pengukuran (weights dan measures), Kitab Al-Mizaj yang berisi tentang kombinasi kimia (chemical combination), dan Kitab Al-Asbagh yang berisi tentang bahan-bahan celupan (dyes). Terjemahan kitab-kitab tersebut berpengaruh besar terhadap evolusi kimia modern di wilayah benua Eropa.

Selain di bidang ilmu kimia, Jabir ibn Hayyan juga telah memberikan kontribusi penting untuk bidang ilmu kedokteran, astronomi, dan ilmu-ilmu lainnya. Sayangnya, hanya sedikit dari buku-bukunya telah disunting dan diterbitkan, dan lebih sedikit lagi yang tersedia dalam terjemahan.

Aplikasi Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) untuk bidang keamanan [LIBS for security]

Tanggal 15-20 Desember 2010 telah berlangsung sebuah konferensi akbar bidang chemistry, physics, and biology di Hawaii, USA. Konferensi yang berlangsung setiap 5 tahun sekali ini dihadiri oleh sekitar 13 ribu peserta baik dari kalangan ilmuwan, praktisi, perusahaan, dan mahasiswa. Ada 13 bidang kategori yang dipresentasikan dan salah satunya adalah bidang keamanan. Alhamdulillah paper yang telah didaftarkan terpilih sebagai pemenang untuk bidang kategori keamanan. Beberapa surat kabar Indonesia telah mempublikasikan diantaranya adalah detiknews.com, vivanews.com, dan koran suroboyo.com. Abstraksi dari paper yang dipresentasikan adalah sebagai berikut,

Laser-induced breakdown spectroscopy (LIBS) has recently become an emerging analytical technique for rapid quantitative analysis. However, it is known that powder is difficult sample to be analyzed by using standard LIBS technique due to the serious blow-off of powder sample. In order to solve this problem, the powder is usually prepared in the form of pellet prior to the analysis. In such a case, a large amount of powder is necessary. The other solution is the use of double-pulse laser technique. Unfortunately, this technique requires expensive equipment. In an effort to facilitate the application of LIBS to a tiny amount of powder samples, we have developed a unique technique utilizing the special characteristics of a transversely excited atmospheric (TEA) CO2 laser. In the case of a TEA CO2 laser, a strong and high-temperature gas plasma was produced when the laser was focused on the metal surface, while the metal itself was never ablated and damaged. This phenomenon never occurs in case of standard LIBS technique, in which a Nd: YAG laser is employed as an energy source. When the strong gas plasma was induced in He surrounding gas by the TEA CO2 laser, a lot of metastable He atoms were produced in the gas plasma region. Those metastable He atoms can effectively be used for atomic excitation source (1). In this present technique, a tiny amount of powder sample (2 mg) was homogeneously mixed with 2 mg of silicon grease to avoid the blow-off of the powder. The mixture powder sample was then homogeneously pasted with a very thin layer of approximately 0.10 mm and a dimension of approximately 1 x 1 cm2 on a nickel metal plate. The TEA CO2 laser (750 mJ, 10 Hz, 200 ns) was directly focused onto the mixture sample layer (spot size of laser irradiation of 1 x 1 mm2) in He surrounding gas as shown in Fig 1(a). After 3 shots of laser irradiation, a strong He gas plasma was induced because the laser beam directly impinged on the metal surface. Figure 1(b) displays a photograph of the mixture sample after being irradiated by several laser shots. It is hypothesized that once the strong gas plasma is induced, a lot of He atoms are highly ionized. The He ions then recombine with electrons, gaining a lot of metastable He atoms populated in the gas plasma region. During the time, the mixture sample is vaporized and enters into the gas plasma region to be dissociated and excited via metastable He atoms (excitation energy of 19.8 eV).

Figure 2 shows emission spectra taken from explosive powder material of fireworks. It can clearly be observed that high emission intensities of K I 746.9 nm and K I 749.9 nm appear together with O I 777.9 nm as presented in Fig. 2(a). The similar spectrum profile was also obtained when we used KNO3 powder in place of the fireworks. Furthermore, this present technique can also be employed to identify poisonous or hazardous elements in a tiny amount of powder sample with a detection limit of several ppm. The detail experimental results will be presented in the session.

References

[1] A. Khumaeni, K. Kagawa et.al., J. Korean Physic. Society. 55, 2441 (2009)

Semoga memberikan manfaat, amin.

By khumaeni Posted in Riset

Dari Kendal Menuju Dunia

Jurnal Nasional, jakarta | Mon 04 Oct 2010
by : Grathia Pitaloka

Satu lagi anak negeri yang berhasil mengukir sukses di kancah dunia. Ali Khumaeni, pemuda asal Kendal yang berhasil memperoleh penghargaan tingkat internasional bidang aplikasi laser plasma spectroscopy atau laser-induced breakdown spectroscopy (LIBS) di Amerika Serikat (AS). Bagaimana awal mula karier Ali sehingga bisa menjadi ilmuan tingkat dunia? Simak penuturannya berikut ini.

Bisa dijelaskan mengenai penelitian Anda sehingga memperoleh penghargaan tingkat internasional di Amerika Serikat (AS)?

Di LIBS conference 2010, kami mempresentasikan aplikasi LIBS untuk analisis material dalam bentuk powder. Kami melakukan penelitian tentang powder analysis khususnya makanan powder dan multivitamin serta herb medicine powder dengan menggunakan teknik laser induced breakdown spectroscopy (LIBS) dengan memanfaatkan TEA CO2 laser. Di dalam teknik LIBS, high power laser ditembakkan ke material sampel termasuk sampel padat (seperti batu, keramik, dll), cair (polusi air dll) ataupun gas (polusi udara) untuk menghasilkan plasma yang di dalamnya terkandung atom atau molekul dari sampel. Dengan teknik ini, kita bisa mendeteksi dan menganalisis atom dan molekul yang terkandung di dalam material sampel secara cepat.

Di dalam teknik LIBS, para peneliti biasanya menggunakan laser pulsa Nd:YAG laser. Namun, laser jenis ini tidak bisa digunakan untuk analisis powder secara langsung karena powder akan membuncah atau menyebar dan tidak menghasilkan plasma jika laser ditembakkan secara langsung. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan ini, powder harus dibuat padat (pellet) terlebih dahulu sebelum dianalisis.

Di laboratorium, kami mencoba melakukan analisis powder secara langsung dengan memodifikasi dan membangun teknik baru sehingga memungkinkan seseorang untuk analisis powder secara langsung, yaitu dengan membuat plasma menggunakan TEA CO2 laser dengan bantuan permukaan metal. Di teknik ini, TEA CO2 laser ditembakkan ke permukaan metal untuk menghasilkan plasma. Plasma yang terbentuk tidak mengandung atom atau molekul dari metal karena densitas energi laser di permukaan sampel lebih rendah dibanding permukaan sampelnya.

Dengan gelombang kejut yang dihasilkan dari plasma, partikel powder akan membuncah dan masuk ke dalam plasma untuk terdisosiasi dan tereksitasi di plasma. Dengan metode ini kita bisa mendeteksi atom-atom mineral dan nutrisi yang bermanfaat untuk manusia yang terkandung dalam sampel dengan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, kita juga bisa mendeteksi atom-atom logam berat seperti chrom (Cr) dan lead (Pb) yang berbahaya bagi tubuh manusia ketika terkandung dalam makanan atau powder dengan konsentrasi yang tinggi. Teknik yang kami bangun mempunyai orisinalitas di LIBS karena menggunakan TEA CO2 laser dan bisa mengusulkan teknik baru yang lebih cepat untuk analisis sampel powder dengan sensitivitas deteksi yang cukup tinggi.

Bisa diceritakan mengenai ide awal dan latar belakang penelitian tersebut?

Riset tentang powder sebenarnya telah dilakukan sejak 2007, yaitu sejak kedatangan kali pertama saya untuk studi di Jepang. Sejak kedatangan tersebut, pembimbing utama saya memberikan penekanan riset ke powder analysis untuk tesis saya. Selama tiga tahun kami telah membangun beberapa teknik baru di LIBS dan telah dipublikasikan di jurnal internasional. Riset yang terakhir ini adalah penyempurnaan dari riset-riset sebelumnya dan untuk sementara yang paling optimal.

LIBS biasanya sulit diaplikasikan untuk analisis material yang berbentuk powder karena laser tidak bisa ditembakkan langsung ke powder untuk menghasilkan plasma. Oleh karena itu, para peneliti biasanya memadatkan sampel terlebih dahulu sebelum melakukan analisis. Proses seperti ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena ini merupakan sebuah tantangan dan peluang yang cukup bagus untuk mencari orisinalitas, maka saya dan profesor pembimbing mencoba untuk terus mendesain dan membangun teknik baru agar analisis powder secara langsung bisa benar-benar terealisasi. Dengan teknik baru yang kita usulkan ini, waktu analisis bisa dihemat tanpa mengurangi sensitivitas deteksi.

Apa kendala yang dihadapi saat melakukan penelitian?

Di teknik LIBS, reproduksibilitas intensitas garis atom terkadang tidak stabil dikarenakan plasma yang dihasilkan tidak stabil. Ini adalah sebuah tantangan bagi kami untuk memecahkannya. Secara bertahap kami terus mencoba untuk menyempurnakan teknik ini untuk mendapatkan reprodusibilitas intensitas emisi atom.

Apa manfaat hasil penelitian Anda?

Dengan menggunakan teknik yang kami bangun, waktu analisis sampel powder menggunakan LIBS bisa dihemat dan sensitivitas deteksi lebih tinggi dibanding teknik-teknik lain yang dibangun di bidang LIBS. Selain itu, teknik ini bisa digunakan untuk mendeteksi atom-atom ringan seperti boron. Saat ini belum ada perusahaan di Indonesia yang menggunakan teknik LIBS. Mayoritas menggunakan X-ray flouresecence (XRF) padahal teknik ini tidak bisa mendeteksi atom-atom ringan seperti boron yang kurang baik bagi tubuh jika terkandung dalam makanan dengan konsentrasi tinggi.

Bagaimana prospeknya di pasaran?

Teknik LIBS saat ini secara umum (dengan menggunakan Nd:YAG laser) sedang berkembang cepat sebagai teknik komersial untuk deteksi emisi atom dengan sistem yang sudah kompak (terdiri atas laser Nd:YAG, OMA-optical multichannel analyzer untuk menghasilkan garis emisi atom, fiber optic, dan display komputer).

Teknik yang kami bangun menggunakan peralatan yang sama namun beda sumber energi (yaitu dengan menggunakan laser TEA CO2). Selain itu, kami juga membangun teknik baru untuk memungkinkan analisis secara langsung. Secara bertahap kami sedang menyempurnakan untuk skala laboratorium dan besar kemungkinan ke depan bisa diaplikasikan secara langsung. Teknik baru ini mempunyai peluang yang besar untuk bersaing dengan teknik-teknik analisis yang sudah ada seperti X-ray flourescence dan inducetively coupled plasma-mass spectrometry ( ICP MS).

Bisa anda ceritakan perjalanan Anda dari Kendal ke Fukoi?

Saya mulai belajar formal di SDN 1 Tanjunganom, SMPN 2 Weleri, dan SMAN 1 Weleri di kecamatan weleri kabupaten Kendal. Sejak SMA, saya sangat tertarik untuk belajar ke luar negeri dengan beasiswa. Makanya, meskipun di Weleri belum ada internet saat itu, saya sering bolak-balik ke Semarang untuk searching di internet tentang beasiswa luar negeri.

Setelah tamat pendidikan menengah di Weleri, saya melanjutkan studi di Jurusan Fisika Universitas Diponegoro. Selama di Fisika Undip, saya belajar tentang LIBS sejak tahun ke-3 di bawah bimbingan Prof Wahyu Setiabudi dan Drs K Sofjan Firdausi. Selain itu, saya juga dibimbing oleh Dr Hendrik Kurniawan, kepala Maju Makmur Mandiri Research Center (M3RC Jakarta Barat), untuk lebih mendalami LIBS.

Ketika riset di Jakarta, saya bertemu dengan seorang Profesor, yaitu Prof Kiichiro Kagawa, ahli LIBS di Asia dan dunia dari Jepang. Karena sejak awal saya sangat tertarik dengan bidang ini, saya mencoba untuk terus mengontak Prof Kagawa pascariset di Jakarta sampai lulus S1 di Undip. Setelah lulus dari Undip, saya memperkuat niat untuk melanjutkan studi tentang LIBS di Jepang di bawah bimbingan Prof Kiichiro Kagawa.

Ketika ada kesempatan beasiswa mambukagakusho (beasiswa pemerintah Jepang) saya mengirimkan aplikasi ke Jepang dengan diberikan rekomendasi yang kuat dari Prof Wahyu Setiabudi, Dr Hendrik Kurniawan, dan Prof Kiichiro Kagawa. Sejak 2007, saya mulai belajar sebagai mahasiswa peneliti (research student) dan saat ini sedang S2 tahun ke-2 di University of Fukui.

Apakah menjadi ilmuwan merupakan cita-cita Anda sejak kecil?

Saya senang belajar fisika karena saya melihat semua aktivitas keseharian itu berhubungan dengan ilmu fisika, tidak terkecuali di dalam permainan dan olahraga seperti tenis meja dan permainan karambol. Dengan memahami hukum-hukum mekanika di fisika (seperti hukum tumbukan, hukum gerak melengkung) yang telah diajarkan di SMP, saya mencoba mengaplikasikan langsung di permainan-permainan tersebut. Hasilnya, saya menjadi juara kampung untuk permainan karambol dan tenis meja. Keinginan untuk menganalisis mulai tumbuh cepat ketika di Undip dengan mengikuti beberapa lomba ilmiah mulai PKM Dikti, LKTI Dikti, dan lain-lain. Sebenarnya cita-cita saya tidak murni sebagai ilmuwan. Namun berusaha memahami konsep-konsep fisis yang ada di alam kemudian bisa mengaplikasikan untuk kemanfaatan.

Apakah Anda berpikir untuk kembali ke Tanah Air dan meniti karier di sini?

Saya berpikir sejak awal ingin kembali ke Tanah Air setelah keilmuan di bidang LIBS dan fisika dirasa mencukupi. Setelah itu, saya mempunyai harapan besar untuk menjadi guru dengan mengajar dan mendidik serta mendedikasikan ilmu yang telah diperoleh melalui aktivitas riset.

Saya sangat berharap besar bisa menimba ilmu di bidang LIBS dan pendidikan fisika secara optimal dengan mengikuti aktivitas-aktivitas di forum internasional. Untuk jangka pendek, semoga Allah memudahkan langkah saya melanjutkan studi S3. Insya Allah dengan bekal tersebut, semoga Allah memudahkan saya untuk menjadi guru yang baik yang bisa optimal dalam mendidik dan tetap melanjutkan aktivitas riset.

Apa kegiatan Anda di waktu senggang?

Selama di Jepang, saya melakukan aktivitas di kampus (kuliah dan riset) mulai Senin sampai Sabtu sekitar pukul 9 pagi sampai pukul 7-8 malam. Setelah itu, waktu malam digunakan untuk membaca dan belajar ilmu agama dan istirahat. Setiap bulan, saya mempunyai 4-5 hari libur (setiap Ahad). Dua hari Ahad digunakan untuk kegiatan pengajian agama dan 2-3 hari Ahad digunakan untuk refreshing dan shopping dengan teman-teman Indonesia di Fukui.

Untukmu adek-adekku

Yang sedang berjuang di Jalan Allah….

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Ku rangkai huruf-huruf ini agar menjadi sebuah kata-kata yang bermakna. Kata-kata yang mampu mengingatkan diriku dan antum akan eksistensi sang pencipta, Allah swt. Tahukan antum bahwa Allah sangat perhatian kepada kita, Allah sangat cinta kepada kita, Allah sangat sayang kepada kita. Sebuah perhatian, cinta dan kasih sayang yang hakiki melebihi perhatian, cinta, dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Allah sedang memberikan kesempatan kepada kita yang tidak bisa dirasakan oleh semua hambaNya. Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa mengurai kebesaran Allah melalui ilmuNya. Allah sedang memberi kesempatan kepada kita untuk menelusuri hakikat sebuah penciptaan.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Waktu yang telah diberikan Allah swt kepada kita tidak akan pernah bisa dijumpai di masa datang, karena waktu yang diberikan pada hakikatnya akan senantiasa berkurang. Sekali kita mensiakan waktu, maka penyesalan yang mendalam yang akan kita peroleh. Nabi saw. bersabda,”Tidak ada satu hari pun yang fajarnya menyinsing kecuali ia pasti mengatakan,”wahai anak Adam, aku adalah ciptaan baru yang menjadi saksi atas amal perbuatan kalian. Berbekallah dengan menggunakan kesenpatan yang ada, karena sesungguhnya aku tidak akan kembali lagi hingga hari kiamat.” Oleh karena itu wahai saudaraku, kita harus bisa mengelola waktu dengan baik. Kita harus bisa merencanakan setiap maksud/cita dengan baik. Ingat saudaraku, kita hanya diberi kesempatan selama 4 tahun saja untuk S1 atau 3 tahun saja untuk D3 (bukan 7 tahun) untuk bisa menyelesaikan studi formal kita. Sekali kita menundanya, maka semua maksud/cita kita akan tertunda Cita untuk membalas budi dan membahagiakan orang tua. Cita untuk hidup mandiri. Cita untuk mendapatkan barokah dalam kehidupan. Cita untuk menegakkan dan mensyiarkan dinul haq ke area yang lebih luas. Dan cita-cita yang lainnya. Namun, itu semua tidak berarti kita harus melupakan amanah. Melupakan kewajiban sebagai da`i dan da`iyah. Karena tidak ada alasan bagi para jundi untuk tetap menegakkan dan mensyiarkan dinullah disertai dengan menuntut ilmu. Kalau membicarakan waktu, diriku sangat malu dengan orang jepang. Hitungan detik sungguh bermakna. Terlambat 5 detik pintu kereta, pintu bus, ataupun pintu kelas sudah tertutup. Mereka tidak beragama, tapi mereka menggunakan nurani dan fitrah kemanusiaan. Kita punya agama yang syumul dan fitrah manusia yang sama sudah seharusnya lebih memanfaatkan waktu dengan sebaik2nya.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Banyak diantara kita yang mengabaikan pentingnya ilmu sains di bidang kita, sehingga harus “tidak memprioritaskan” dengan alasan padat agenda “berdakwah”. Sebuah alasan yang kurang rasional. Coba kita menengok, madah tarbiyah kita yang mengajarkan ilmu Allah. Allah telah mengaruniakan manusia 2 ilmu. Yang satu ilmu syariat yang kita jadikan minhajul hayah (pedoman hidup) dan yang satu lagi ilmu basyariyah (melalui eksperiment ataupun pengalaman) yang kita jadikan wasilah al hayah (perantara hidup). Coba kita perhatikan apakah ada salah satu yang tidak penting? Tidak, semuanya sangat penting bagi kita. Wasilah hayah untuk menolong ubudiyah. Minhajul hayah untuk memperoleh kemenangan hakiki. Oleh karena itu wahai saudaraku, sudah sepatutnya bagi kita mengoptimalkan potensi dalam diri serta memanfaatkan waktu yang telah diberi untuk mengejar kedua ilmu tadi.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Beberapa hari lagi antum akan menghadapi sebuah evaluasi (ujian semester). Sekali antum gagal dalam evaluasi maka antum harus menunda keberhasilan antum selama 1 tahun. Dan pada intinya antum mengurangi dengan menyiakan usia antum selama 1 tahun. Usia kita tidak lama di dunia ini. Kalau Allah memberi jatah 63 tahun, maka sebenarnya kita hanya punya waktu 42 tahun. Karena kita telah membuang waktu selama 21 tahun untuk tidur (seandainya tidur 8 jam sehari). Belum kita potong untuk masa kanak-kanak kita ataupun kebercandaan kita.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Keberhasilan dalam studi, insya Allah akan lebih memudahkan pendekatan ke mad`u dan memudahkan pencapaian harapan-harapan. Oleh karena itu saudaraku, persiapkan ujian semester dengan baik. Karena ujian semester bagian dari perjalanan studi. Belajar optimal, perbanyak mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada intinya keberhasilan kita sangat tergantung pada usaha optimal kita, dan Allah mengabulkan doa hambaNya, bagi yang mau berusaha.

Saudaramu…

By khumaeni Posted in Dakwah

Buah Tarbiyah dan Dakwah

Pagi hari itu aku sedang mendengarkan ceramah seorang ustadz di sebuah majelis taklim yang diselenggarakan pada saat musim dingin di negeri Sakura. Beliau seorang doctor engineering alumni universitas bergengsi di Jepang sekaligus sebagai orang penting di sebuah hizb.

Kali pertama sebelum penyampaian materi, beliau menceritakan sejarah singkat perjalanan hidupnya dari putra orang kampung yang kemudian menjadi seorang doctor engineering. Perjalanan pendidikan sampai mendapat predikat seorang doctor adalah bagian dari buah tarbiyah dan dakwah yang telah beliau tekuni sejak belia. Support dari ukhuwah membawa banyak kemudahan dalam menyelesaikan tesis dan disertasinya. Aktifitas dakwah ilallah yang padat memberikan ide-ide brilian dalam risetnya. Benar janji Allah, barangsiapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolong dan mengokohkan langkahnya. Untaian cerita di atas telah menyadarkan sekaligus mengingatkan diri yang dho`if ini bahwa Allah memberikan keindahan perjalanan hidup ini melalui wasilah/perantara tarbiyah dan dakwah.

Aku ingat betul ketika itu seorang aktifis kampus menghampiri diriku yang lugu ini di saat melakukan registrasi mahasiswa baru di kampus bergengsi di Jawa Tengah. Aktifis yang telah mendidikku tentang jalan yang haq dan bathil.  Aktifis yang telah `menceburkan` diriku ke biah/lingkungan Islami di sebuah kampus negeri. Beliau yang telah `menjerumuskanku` untuk bisa beretorika, memaksaku untuk beraktifitas di wajihah/ organisasi, melatih melantangkan lantunan ilahi dan mensyiarkannya. Sederetan peristiwa itu telah memberikan kontribusi besar dalam memuluskan perjalanan untuk karir akademik dan menuntut ilmuku di bidang laser spektroskopi. Dari aktifitas tarbiyah dan dakwah, Allah telah memudahkan dalam berurusan dengan akademik. Keaktifan di organisasi keislaman telah mendekatkan diriku kepada seseorang yang telah memberikan rekomendasi kuat untuk melanjutkan studi di luar negeri. Keaktifan menuntunku untuk pandai merangkai kata membuat research plan. Allah telah mengamanahkan diri yang dhoif ini untuk tetap meningkatkan kualitas melalui ilmu.

Saudaraku,

Sadarkah, keberadaan kita sekarang ini adalah bagian kecil dari buah aktifitas tarbiyah dan dakwah yang telah kita jalankan. Menikmati kursi empuk dan fasilitas gaji perusahaan. Mengajar adek-adek merangkai huruf di sekolah islam. `Berkoar` menyuarakan keadilan di berbagai media. Menjadi aktifis LSM dan parpol. Menjadi penggiat voluntier. Menikmati studi lanjut. Menjadi seorang interpreneur tangguh, penulis handal. Menjadi orang-orang penting di `dunia` nya. Dan lain seterusnya.

Saudaraku,

Ingatkah, di waktu itu kita dituntun oleh para dai untuk menjadi penggiat agama suci. Aktifitas rutin taklim dan syiar menjadikan kita orang yang berkualitas. Melalui itu, Allah mengaruniakan banyak kemudahan. Allah tidak pernah `mensiakan` hambaNya yang sholeh sholehah menjadi hamba yang `terlantar`, menjadi hamba yang tidak `dipakai` oleh ummat. Di manapun kita berada, Allah pasti akan selalu mengamanahkan diri kita menjadi penggerak tarbiyah dan dakwah.

Saudaraku,

Teruslah berjuang dan memperjuangkan Agama Suci. Yakinlah Allah akan selalu memberi nikmat untuk kehidupan dunia dan akhirat.

By khumaeni Posted in Dakwah

Ibnu Al-Baitar

Beliau mempunyai nama lengkap Abu Muhammad Abdallah bin Ahmad bin Al-Baitar Dhiya Al-Din Al Malaqi. Beliau dilahirkan tahun 1197 dan tumbuh besar sampai umur 12 tahun di Kota Malaqa (Malaga) Spanyol. Beliau adalah salah satu Ilmuwan besar muslim dengan spesialis Ilmu tumbuh-tumbuhan dan farmasi. Beliau belajar ilmu tumbuh-tumbuhan dari Abu Abbas Al-Nabati.

Pada tahun 1219, beliau memulai ekspedisinya untuk mengumpulkan jenis-jenis tanaman dengan mengunjungi pantai utara Afrika dan sebagian kecil wilayah Asia. Beberapa daerah yang telah beliau kunjungi diantaranya, Bugia, Qastantunia (Constantinople), Tunis, Tripoli, Barqa and Adalia. Setelah 1224, beliau diberikan jabatan sebagai ketua herbalis oleh gubernur mesir Al-Kamil. Tahun 1227, Al-Kamil memperluas kekuasaannya sampai Damaseus dan Ibnu Al-Baitar menemaninya di sana dengan mengembangkan risetnya melalui koleksi jenis-jenis tanaman di Syria. Beliau mengembangkan risetnya ke area yang lebih luas meliputi Arabia dan Palestina. Beliau meninggal di Damaskus pada tahun 1248.

Salah satu karya yang menjadi kontribusi besar beliau dalam literatur sains Islam adalah Kitab al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada。Kitab ini berisi tentang ensiklopedia tumbuhan khususnya tanaman obat-obatan yang berasal dari tanah Arab. Karya ini menjadi rujukan para ahli Ilmu tumbuh-tumbuhan sampai abad 16. Selain itu, karya beliau juga mencakup hasil kerja para ahli Ilmu tumbuhan sebelumnya. Ensiklopedia ini berisi 1400 jenis tanaman yang berbeda dengan sebagian besar berupa jenis tumbuhan obat-obatan dan berbagai macam sayuran. Ensiklopedia tesebut merujuk atas hasil karya 150 karya para Ilmuwan dari arab dan 20 karya Ilmuwan besar yunani. Ensiklopedia beliau diterjemahkan ke bahasa latin pada tahun 1758.

Risalah karya besar beliau adalah Kitab al-Mlughni fi al-Adwiya al-Mufrada. Kitab ini membahas tentang obat-obatan dan ilmu kedokteran. Obat-obatan dilengkapi dengan metode terapinya. Ensiklopedia yang berisi 20 bab ini telah memberikan hasil yang signifikan berkaitan dengan penyakit kepala, telinga, mata, dan lain-lain. Ibnu Baitar tidak hanya memberikan nama-nama tumbuhan dengan bahasa arab, namun juga dengan menggunakan bahasa yunani dan latin.

Ciri khas dari Karya Ibnu Baitar adalah semuanya dilakuakan dengan metode observasi, analisis, dan klasifikasi. Karya beliau telah memberikan pengaruh siginifikan pada perkembangan ilmu tumbuh-tumbuhan dan obat-obatan.

Ibnu Al-Baytar lahir di Malaga, namun beliau bepergian ke Spanyol dan Afrika utara sebagai herbalis dan terakhir tinggal di kairo sebagai kepala herbalist. Beliau dipercaya oleh Ayyubid Sultan Malik Al-Addal sebagai inspektur oleh semua herbalist di kairo. Karya Ibnu Al-Baytar juga dipengaruhi oleh kerja dari Al-Ghafiqi (1165) dari kitab Kitab al-Adwiyat al-Mufradah (Buku obat-obatan sederhana/The book of simple drugs)

Max Meyerhof telah membuat outline dari kerja Al-Baytar dan para pendahulunya. Salah satu karya terbesarnya adalah Materia Medica yang berisi tentang hewan, sayuran dan komposisi mineral dari riset dan eksperimen dan juga data yang telah dipelajari dari sumber-sumber Yunani dan Muslim.

Pengetahuan Ibnu Al-Baytar berasal dari perjalanan dan koleksi observasi tanaman yang telah dilakukannya sekitar tahun 1216-1217 dalam mencari beberapa jenis tanaman. Di Bejai, Algeria, beliau menemukan dan menjelaskan tentang Athrilal ptychotisverticillata yaitu tanaman lokal yang digunakan untuk mengobati penyakit lepra. Ibnu Al-Baytar membuat beberapa penemuan dan tambahan koleksi berbagai jenis tanaman di Constantine, Tunis, Tripoli, dan tempat-tempat lain yang beliau kunjungi.

Diketahui pada saat itu bahwa di dekat Malaga tidak ada buah-buahan dan sayuran di dalam perkebunan. Beliau telah meletakkan dasar sains dan instrumentasi tentang ilmu tumbuh-tumbuhan.

Japan fast-breeder reactor may restart in Feb

TOKYO, Aug 12 (Reuters) – Japan’s experimental fast-breeder nuclear reactor will be restarted as early as February 2010 after repeated delays in final safety checks, the Japan Atomic Energy Agency (JAEA) said on Wednesday.

The 280-megawatt Monju plant, designed to produce more nuclear fuel than it consumes, has been shut since December 1995 following a massive leak of liquid sodium, just months after the reactor first started power transmission.

A JAEA spokesman said the company’s top executive told the local Fukui Prefecture earlier in the day that the restart is scheduled by the end of March at the latest.

JAEA in January had postponed the restart schedule indefinitely from the previous target of February 2009 to take into account repair work on holes discovered in the reactor’s auxiliary building and other safety checks.

The Monju plant is located in Fukui prefecture, 400 km (250 miles) west of Tokyo.

Fast-breeder reactors have been beset by technical difficulties and many countries have abandoned the costly programmes.

Monju is a cornerstone of resource-poor Japan’s nuclear fuel cycle programme, with the government spending more than 860 billion yen ($9.02 billion) on it. ($1=95.35 Yen) (Reporting by Osamu Tsukimori; Editing by Joseph Radford)

By khumaeni Posted in Nuklir

Indahnya cinta

Selama 3 pekan terakhir ini, Allah memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam keseluruhan masa hidupku. Aku menangis berurai air mata di hadapan Allah. Menyadari nikmatnya cinta yang telah Allah berikan. Mungkin ini sekaligus sebagai teguran untuk ku yang belum sadar akan nikmat-nikmat yang diberikan dari Nya. Kadang aku tertawa kecil tersipuh malu mengingatnya.

Di pojok sana di negeri mayoritas muslims, ada sepasang pemuda pemudi yang sedang dirundung cinta. Kasih sayang dan saling memberi dilakukannya. Mereka saling merelakan dirinya untuk berkorban antar keduanya. Saling memuji. Saling sapa. Saling mengingatkan. Ketika sang pemuda sakit, sang pemudi merasa seolah-olah sakit. Begitu juga sebaliknya. Ketika sang pemudi ditinpa ujian, sang pemuda merasa remuk redam. Kisah cinta bukan hal baru. Kisah cinta sudah ada di setiap zamannya. Indahnya cinta antar pemuda pemudi ini. Cinta yang kata orang tidak bisa dipisahkan. Karena ikatan hati. Ya Hati. Ciptaan Allah yang sungguh dahsyat. Karunia Allah yang sungguh indah. Semua insan diberi bekal itu, Hati. Sungguh betapa merugi orang yang tidak bisa mengoptimalkan fungsi hati ini. Karena Cuma ada 2 pilihan dalam hati ini baik dan buruk. Itu saja.

Cinta yang asal kata dari Hubb punya arti biji atau inti. Para sufi bilang inilah puncak dari segalanya. Ciri khas cinta adalah pengorbanan. Semakin besar cinta pemuda ke pemudi, maka semakin besar pengorbanan yang akan diberikan. Sebaliknya kasih sayang akan diberikan sepenuhnya dari pemudi ke pemuda. Sungguh indah orang yang sedang bercinta, segala pengorbanan diberikan untuk sang kekasih.

Seandainya cinta itu hanya ditujukan kepada Rabb, sungguh lain ceritanya. Semua dikorbankan untuk kekasihnya yang mencipta semua alam semesta dan seisinya. Apapun yang diperintahkan Rabbnya pasti lah diperbuatnya. Wahai pemuda pemudi, mari bersama merenungi kreasi Allah ini. Sungguh banyak nikmat yang telah Dia beri. Kalau kita menghitung nikmat Allah, maka senantiasa kita tidak bisa menghitungnya. Ayo seoptimal mungkin kita dedikasikan diri yang lemah ini untuk menghamba secara totalitas kepada sang Rabb, Kita berqurban untuk sepenuhnya diberikan kepada kekasih kita sang Rabb.

Jadi teringat Rosulullah, ketika ditawari sebuah kebahagiaan tahta pembesar di kalangan Quraisy asal beliau meninggalkan berdakwah menyampaikan syariat Allah. Sungguh jawaban indah seorang rosul `Wahai pamanku, demi Allah seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa.

Keindahan cinta yang kedua adalah mereka selalu bersyukur dan menerima apapun yang diingini oleh sang kekasih. Indahnya cinta. Mereka rela apapun yang dilakukan oleh sang kekasih kepadanya. Mereka menyerahkan diri sepenuhnya kepada kekasihnya. Sungguh jika kita tahu hakikat cinta sebenarnya, maka Allah semata yang punya. Hamba rela sepenuhnya dengan takdir yang diberikan.

Keindahan cinta yang ketiga. Mereka senantiasa mengharap untuk pengen secepatnya melihat wajah sang kekasih. Setelah itu mendekapnya. Sungguh adalah puncak kenikmatan bisa melihat wajah sang kekasih. Kekasih yang hakiki. Yang tidak pernah kecewa ketika mencintainya. Allahu ya rabbi.

Semoga kita digolongkan menjadi orang-orang yang mencintai Robb nya. Mengasihi Robb nya. Karena barangsiapa yang mencintai Robb nya, maka dia akan mencintai segala sesuatu yang dicintai Robbnya. Wallahu a`lam bisshowab.