Untukmu adek-adekku

Yang sedang berjuang di Jalan Allah….

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Ku rangkai huruf-huruf ini agar menjadi sebuah kata-kata yang bermakna. Kata-kata yang mampu mengingatkan diriku dan antum akan eksistensi sang pencipta, Allah swt. Tahukan antum bahwa Allah sangat perhatian kepada kita, Allah sangat cinta kepada kita, Allah sangat sayang kepada kita. Sebuah perhatian, cinta dan kasih sayang yang hakiki melebihi perhatian, cinta, dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Allah sedang memberikan kesempatan kepada kita yang tidak bisa dirasakan oleh semua hambaNya. Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa mengurai kebesaran Allah melalui ilmuNya. Allah sedang memberi kesempatan kepada kita untuk menelusuri hakikat sebuah penciptaan.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Waktu yang telah diberikan Allah swt kepada kita tidak akan pernah bisa dijumpai di masa datang, karena waktu yang diberikan pada hakikatnya akan senantiasa berkurang. Sekali kita mensiakan waktu, maka penyesalan yang mendalam yang akan kita peroleh. Nabi saw. bersabda,”Tidak ada satu hari pun yang fajarnya menyinsing kecuali ia pasti mengatakan,”wahai anak Adam, aku adalah ciptaan baru yang menjadi saksi atas amal perbuatan kalian. Berbekallah dengan menggunakan kesenpatan yang ada, karena sesungguhnya aku tidak akan kembali lagi hingga hari kiamat.” Oleh karena itu wahai saudaraku, kita harus bisa mengelola waktu dengan baik. Kita harus bisa merencanakan setiap maksud/cita dengan baik. Ingat saudaraku, kita hanya diberi kesempatan selama 4 tahun saja untuk S1 atau 3 tahun saja untuk D3 (bukan 7 tahun) untuk bisa menyelesaikan studi formal kita. Sekali kita menundanya, maka semua maksud/cita kita akan tertunda Cita untuk membalas budi dan membahagiakan orang tua. Cita untuk hidup mandiri. Cita untuk mendapatkan barokah dalam kehidupan. Cita untuk menegakkan dan mensyiarkan dinul haq ke area yang lebih luas. Dan cita-cita yang lainnya. Namun, itu semua tidak berarti kita harus melupakan amanah. Melupakan kewajiban sebagai da`i dan da`iyah. Karena tidak ada alasan bagi para jundi untuk tetap menegakkan dan mensyiarkan dinullah disertai dengan menuntut ilmu. Kalau membicarakan waktu, diriku sangat malu dengan orang jepang. Hitungan detik sungguh bermakna. Terlambat 5 detik pintu kereta, pintu bus, ataupun pintu kelas sudah tertutup. Mereka tidak beragama, tapi mereka menggunakan nurani dan fitrah kemanusiaan. Kita punya agama yang syumul dan fitrah manusia yang sama sudah seharusnya lebih memanfaatkan waktu dengan sebaik2nya.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Banyak diantara kita yang mengabaikan pentingnya ilmu sains di bidang kita, sehingga harus “tidak memprioritaskan” dengan alasan padat agenda “berdakwah”. Sebuah alasan yang kurang rasional. Coba kita menengok, madah tarbiyah kita yang mengajarkan ilmu Allah. Allah telah mengaruniakan manusia 2 ilmu. Yang satu ilmu syariat yang kita jadikan minhajul hayah (pedoman hidup) dan yang satu lagi ilmu basyariyah (melalui eksperiment ataupun pengalaman) yang kita jadikan wasilah al hayah (perantara hidup). Coba kita perhatikan apakah ada salah satu yang tidak penting? Tidak, semuanya sangat penting bagi kita. Wasilah hayah untuk menolong ubudiyah. Minhajul hayah untuk memperoleh kemenangan hakiki. Oleh karena itu wahai saudaraku, sudah sepatutnya bagi kita mengoptimalkan potensi dalam diri serta memanfaatkan waktu yang telah diberi untuk mengejar kedua ilmu tadi.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Beberapa hari lagi antum akan menghadapi sebuah evaluasi (ujian semester). Sekali antum gagal dalam evaluasi maka antum harus menunda keberhasilan antum selama 1 tahun. Dan pada intinya antum mengurangi dengan menyiakan usia antum selama 1 tahun. Usia kita tidak lama di dunia ini. Kalau Allah memberi jatah 63 tahun, maka sebenarnya kita hanya punya waktu 42 tahun. Karena kita telah membuang waktu selama 21 tahun untuk tidur (seandainya tidur 8 jam sehari). Belum kita potong untuk masa kanak-kanak kita ataupun kebercandaan kita.

Saudaraku yang semoga dirohmati Allah…..

Keberhasilan dalam studi, insya Allah akan lebih memudahkan pendekatan ke mad`u dan memudahkan pencapaian harapan-harapan. Oleh karena itu saudaraku, persiapkan ujian semester dengan baik. Karena ujian semester bagian dari perjalanan studi. Belajar optimal, perbanyak mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada intinya keberhasilan kita sangat tergantung pada usaha optimal kita, dan Allah mengabulkan doa hambaNya, bagi yang mau berusaha.

Saudaramu…

Advertisement
By khumaeni Posted in Dakwah

One comment on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s